Postingan

Wedi Menungso

Gambar
  Doc Pribadi Lakon aku memang tak pernah habis untuk di kulik, selalu ada cerita baru di setiap helai waktu yang jatuh kadang tak bermakna. Malam lebih senang merayuku menulis hingga paginya aku lupa, bahwa aku sedang sakit kepala. Dan berniat untuk tidur cepat lagi pulas. Malah kau mengajakku bermain dalam terangnya layar dan gelapnya awan hitam malam yang semakin anggun saja ketika makin gelap. Aku gugup dengan adanya hari esok, lalu ku sembunyikan gugup itu dalam kain yang disebut 'aku ra popo'. Sehingga dengan begitu aku terasa lebih luwes menjalani kehidupan yang akarnya adalah pertemuan. Dengan siapa? Sudah pasti dengan yang Maha Keren. Memang Dia mau ketemu kamu yang hobinya ' Ngende sujud? ' hehe, aku pede saja dulu. Semalam lalu, aku menertawai Kau dengan temanku yang sama begonya denganku. Bertanya dan membahas isu klasik abg galau yang konon katanya sedang beranjak puber dan pusing mencari siapa daku sebenarnya?  Tak pelak membuat menusia disekeli...

Agro wisata Kebun Teh Kaligua

Gambar
Brebes merupakan salah satu kabupaten yang berada di Jawa Tengah. Ada beberapa pendapat mengenai asal usul nama Brebes. Salah satu pendapat menyatakan bahwa nama Brebes berasal dari kata "Bara" dan "Basah", bara berarti hamparan tanah luas dan basah berarti banyak mengandung air. Keduanya cocok dengan keadaan daerah Brebes yang merupakan dataran luas yang berair. Karena perkataan bara di ucapkan bere sedangkan basah di ucapkan besah maka untuk mudahnya di ucapkan Brebes. Dalam Bahasa Jawa perkataan Brebes atau mbrebes   berarti   tansah metu banyune   yang berarti selalu keluar airnya. Nama Brebes muncul sejak zaman   mataram. Kota ini berderet dengan kota-kota tepi pantai lainnya seperti  Pekalongan, Pemalang , dan  Tegal . Brebes pada saat itu merupakan bagian dari wilayah  Kabupaten Tegal . Pada tanggal 17 januari 1678     di  Jepara   diadakan pertemuan Adipati Kerajaan Mataram se Jawa Tengah, termasuk Arya Martalaya  ,...

Ranjeng Kumbolo

Gambar
Ada satu lagi tempat yang ya sebenernya udah cukup familiar bagi para penikmat wisata kawasan paguyangan dan sekitarnya, Telaga Ranjeng. Eits, tapi mimin ga bakal bahas ranjeng yang bagian depannya nih, tapi sisi indah lain di balik telaga ranjeng. Yuk intip J Telaga Ranjeng berada di desa wisata Pandansari, tapi letaknya sebelum kita masuk ke Agro Wisata kaligua. Kalo mau masuk sono ga bakal nguras kantong juga kok. Tapi kalo mau yang  lebih hemat lagi dan lebih indah alias ga bayar, ke Ranjeng Kumbolo tempatnya. Kenapa mimin bilang ranjeng kembolo? Ya, karna Ranjeng ini imitasinya Ranu Kumbolo hehe. Buat masuk ke Ranjeng Kumbolo ngga susah kok, cuma lumayan nguras tenaga. Walaupun ada jalan yang buat motor  tapi ujung-ujungnya masih harus jalan kaki juga masuk kesemak-semak, mimin jamin walaupun udah jalan kaki capek pegel bakal kebayar sama pemandangan cantik Ranjeng Kumbolo. Tapi kalo temen-temen peke motor mimin jamin ga bakal nemuin pemandangan yang kaya gini nih...

Waduk Penjalin

Gambar
Waduk penjalin Keindahan yang tersembunyi Waduk Penjalin   memiliki luas 1,25 km2 dan isi 9,5 juta m3, terletak di tengah-tengah Desa   Winduaji   , 2,4 km arah selatan ibu kota Kecamatan   Paguyangan   . Dari ibu kota kecamatan ke arah selatan jurusan   Purwokerto   , kemudian sampai Desa   Winduaji   belok kanan ke lokasi   waduk . Dari kota   Paguyangan   jaraknya 6 km, dari kota   Bumiayu   12 km. Sedangkan dari  P urwokerto   30 km. Waduk Penjalin terletak perbatasan Kabupaten   Banyumas   dan Kabupaten   Brebes . Waduk   ini dibangun tahun 1930 oleh pemerintah kolonial   Belanda   bersamaan dengan   Waduk Malahayu . Air waduk ini dipersiapkan untuk menyuplai irigasi   Sungai pemali   bawah dan areal persawahan. Penjalin dalam   Bahasa Jawa   berati rotan. Di bagian muka   waduk   ini terdapat tanggul dengan ketinggian ...